CINTA LAKI-LAKI BIASA

September 15th, 2007 by aprizz

(Karya Asma Nadia dari kumpulan cerpen Cinta Laki-laki Biasa)
*saya nggak bikin review loh.. cuman sekedar sharing tulisannya mbak Asma aja. abis bagus sih… kukasih bintang 4 deh*

MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

“Kenapa?” tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan
di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

“Kamu pasti bercanda!”
Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!
“Nania serius!” tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.

“Tidak ada yang lucu,” suara Papa tegas, “Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!”

Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh seleidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

“Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan?” Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, “maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?”

Nania terkesima.
“Kenapa?”

Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik. Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!
Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!

Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Nania lontarkan.

“Nania Cuma mau Rafli,” sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.
Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.

“Tapi kenapa?”
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa.

Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya. “Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!”

Cukup! Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak ‘luar biasa’. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.

Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan.

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.

Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia. “Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.”

Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.
“Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!”
“Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!”
“Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!”

Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli. Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.

Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?
Rafli juga pintar!
Tidak sepintarmu, Nania.
Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.
Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.
“Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.”

Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak. Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti.
Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang.

“Tak apa,” kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.
“Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.”

Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.
“Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?”

Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.

Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.
Cantik ya? dan kaya!
Tak imbang!

Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu
itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

***

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.
“Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!”

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang
datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.

“Baru pembukaan satu.”
“Belum ada perubahan, Bu.”
“Sudah bertambah sedikit,” kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.

“Sekarang pembukaan satu lebih sedikit.”
Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua.
Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah.
Perkiraan mereka meleset.

“Masih pembukaan dua, Pak!”
Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

“Bang?”
Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.

“Dokter?”
“Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.”

Mungkin?
Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?
Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun.
Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum
kemudian dia tak sadarkan diri.

Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.
“Pendarahan hebat.”
Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.
Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!

Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis. Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak,
sambil menenangkan orangtua mereka.

Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.
Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat
kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.

Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan
penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.
“Nania, bangun, Cinta?”
Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra.
Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil
tak bosan-bosannya berbisik,
“Nania, bangun, Cinta?”

Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di
sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.

Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.

Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh. Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore
setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan
tahun yang sedang jatuh cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu.
Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.

Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.

Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi
pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.

“Baik banget suaminya!”
“Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!”
“Nania beruntung!”
“Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.”
“Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!”

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?

Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.

============
Diketik ulang oleh Juli Prasetio Utomo, 28 Juni 2005,
dengan pembenahan beberapa ejaan dan tanda baca.

pak ogah masuk mall

September 14th, 2007 by aprizz

hahahaha….

hancur…

dimana rasa malu gw barusan

hehehe…
lagi asyik2 smsan eh taw2nya temenku yg gila si piko dateng malem jam 9 kurang ngajakin beli sepatu di mall

mana gw baru plang dari sholat tarawih dan kebetulan pakaian gw cuman pake sarung trus baju muslim uje untng aja gw ada pake celana basket!!!
ya ampun…
trus si piko dengan pedenya pake celana sepaha ma kaos oblong ke mall

pas masuk mall..
orang2 pada heran dan nglihatin gw ma piko
“dari mana nih orang”
“udah gila kali yah, ke mall pake sarung ma celana pendek”
bwakakaka….
hancur.. hancur…

yah sudahlah
yang penting gw enjoy dan gw lagi seneng banget hari ni!

pulang dulu yahk…
maw istirahat nih..

wassalamualaikum

hanya 1(satu) kalimat!!

September 13th, 2007 by aprizz

"Tolong ngertiin!!!"

kenapa sih semua orang gak pernah percaya ma omongan apri!!!

tolong dong ngertiin!!!

apri saat nih hanya bisa sabar!!

tapi nanti kalaw kesabaran apri udah habis, apri hanya seorang manusia yang gak sempurna.

yang suatu saat kesabarannya bisa habis dan khilaf!!!

Bohong salah!!!

Jujur juga salah!!

ntar kalaw kita diam salah juga!!

marah salah!!

ahg… gak taw lah yang mana yang bener!!

September 12th, 2007 by aprizz

ya ampun…
dah lama yah gw gak posting blog lagi
wajar dunk…
2 minggu ni sibuk kena ospek ma daftar ulang nih
cai ileh…
maklum mahasiswa eits.. gila gaya banget yak :P blek

aduh ospeknya sangat-sangatlah seram..
huhuhuhu… hiks.. hiks…
hari pertama dan hari kedua sih asyik2 aja merdeka keknya
gak ada di apa2in cuman dibentak aja itupun gak seberapa

tapi setelah acara PMB (Peneriman Mahasiswa Baru) selesai baru deh gw di hajar2 ma senior (dihajar maksudnya di ospek pelonco ala ANAK TEKNIK)
nah di dalam ospeknya anak teknik tuh asyik euy!!!
pertama yah nih yah…
- kepala di botakin terus di kepala di gunting buat huruf FT (FAKULTAS TEKNIK) weis… bangga gw udha di cap sebagai anak teknik… baru anak teknik bro belum bukdak teknik.
coz.. tingkatannya udah seimbang ma senior kalaw udah jadi anak teknik!!!

- yg kedua pergi ospek pake rompi trus ikat pingang warna hitam di pinggang pake topi caping topinya pak tani dan bu tani hehehe… keren euy pakaiannya kek pendekar turun gunung bisa dibayangin kan :P
- trus yang ketiga kami sisiraman semua pake air lempur.. ya ampun gw kirain disiramin pake air biasa pas temen sebelah gw kena gw nyium bawu sesuatu yg aneh dan ternyata benar air lumpur!!!!
hiks… hiks…

- trus yang terakhir nih paling asyik ad ospek malam minggu!!! weis anak teknik emang keren banget!!! acaranya hepi2. acara ngejam gitu dari angkatan 2002 ampe 2007 tapi yang paling keren anagkatan 2002 coz mreka ngebawa lagu kesukaan gw. lagunya J-Rock “Ceria” wah.. mantaf…
tapi padahal sebelumnya gw kira mreka bawu lagunya Jet - Are You Gonna Be My Girl.. coz intronya sama rupanyan bkn!!!
trus angkatan 2006 bawa lagunya evo yg “agresif”
wah… gw gak tahan denger lagu itu jadi gw langsung aja maju kedepan sambil ajeb2 (ajeb2 mah disko yah hehehe.. :P) bareng senior2 wah.. rasanya seneng banget!!!
cocok banget pas lagu j-rocknya…
“hari ini kudendangkan… lagu yang ingin kuyanyikan… terdengar semua kenangan… yang tlah ku alamai..”
wah keren…
apa lagi pas melodi basnnya mantaf abis dah…
trus anggkatan 2005 apa 2004 yah bawa lagunya kesukaan gw juga Creed “My SAcrifice” ngerock abis!!
tapi yg paling ngerock tuh angkatan 2003 ataw 2004 yah gw juga lupa..
yang mainnya senior2 yang berambut gondrong!!!!
wuis… keren abis dengan rambut antiknya bawain lagu rock lagi keren banget dah sumpah!!!
wah… gw gak tahan denger lagu itu jadi gw langsung aja maju kedepan sambil ajeb2 (ajeb2 mah disko yah hehehe.. :P) bareng senior2 wah.. rasanya seneng banget!!!
cocok banget pas lagu j-rocknya…
“hari ini kudendangkan… lagu yang ingin kuyanyikan… terdengar semua kenangan… yang tlah ku alamai..”
wah keren…
apa lagi pas melodi basnnya mantaf abis dah…

oh yah…
hari pertama kuliah gw hari yg terburuk!!!
hehehe…
gimn gak buruk coba
gw dengan santainya lewat ditengah senior lagi bicara..

gini critannya…
gw ma temen gw si supriyadi namanya sama kan
tapi namanya aja yg sama orangnya beda dunk
bedanya gw lebih manies dari pada dia dan lebih muda dari dia
hehehe.. :P gw ma si supri bru plng dari istiqomah
trus pas kejauhan gitu
ada senior yg waktu itu ngospek gw
lagi ngumpul tengah jalan dang ngehalang jalan buat lewat
jadi gw bilang ma si supri

gw : aduh sup.. mati kita di depan ada senior jadi malas gw maw pulang (baru ngelihat senior dari jauh aja gw takutnya mpe sgitu!!!)
SUP : udah santai aja gak papa kok…
gw : yakin luw sup??

pas gw maw lewat tuh jalan…
gw nyelonong aja ngelewatin tengah tuh senior lagi ngumpul..
sambil bilang “permisi bang..” “permisi kak..”
trus pas lagi jalan gitu gw liat muka senior gw agak cemberut..
jadi gw mikir kenapa tuh senior keknya marah ma gw padahal udah permisi
pas di motor gw baru inget
gw ngelawtin ngehalangin meraka di jalan
ya ampun.. gw langsul nyesal setengah mati..
yang anehnya lagi temen gw si sup jg ikut
hahahaha…
maw2nye aje tuh orang ngikut gw!!!

aduh besok udah puasa yah…

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA YAH…
maafkan apri yah gak bisa balas smsnya!!!
ntar pri telpon aja langsung
hahaha.. sok tajir luw…

apri dan beserta keluarga minta maaf apabila ada salah kata ucapan baik yang disengaja maupun yang gak di sengaja baik yang diketahuin maupun yang gak diketahui.
semoga di bulan ramadhan yang penuh berkah nih kta dapat mensucikan diri kita
Amin…
semoga amal dan ibadah kita dapat di terima oleh ALLAH SWT.

travel resek!! awas luh ye~!!

August 25th, 2007 by aprizz

huuuuuuuuuuuu
capek capek.. capek banget..
menghilangkan lelah gw singgag kewarnet bentar sambil ngeblog
biar pkiran tenang gw dengerin musik
eits… ternyata ada lagu if you’re not the onenya daniel bedingfield (acoustic) langsung deh gw putar..
wew…
tiba2 air mata gw keluar aja gitu??
kenapa yah ?
pa karena gw kecapekan trus saat ini gw skarag ini kangen ma dya seseorang yg nun jauh disana
LoVe yOu Honey!!!
aduh sdih banget keknya

waduh capek euy…
dari pagi jam 6 gw udah turun ke gazibu sendirian… beli oleh2 buat orang rumah
alhamdulillah dapa oleh2t buat kakak gw yang baru aja melahirkan gw beliin ponakan gw…
hhihihi.. senengnya udah punya ponakan gw beliin kaus kaki ma baju 1lusin moga aja dia suka yah amin..
trus beliin mama gw yang perhatiin banget apri beliin mukena taw telekung moga mama suka yah jangan di lihat harganya yah ma..
buat papa apri beliin sarung moga di pakai yah pa…

trus abis dari gazibu rencannya gw maw ke java star maw nyetak tiket
eh ternyata gak bisa nyetak tiket katanya gak dibukain pdahal kata kakak gw yg dijkarta yg kerja ditravel udah dibokingin
ahg anjrit emang dari jam 6 ampe jam 9 gw nunggu tapi hasilnya nihil
katanya gak di buka lah gak bisa, bisa sih tapi minta uang…
ahg.. sama aja boong resek tuh orang mana bawa muka tampang bodoh lagi pura2 sok gak tw gitu…
pengen rasanya maw gw tabok tuh orang!!!
terpaksa deh gw ngambil di bandara
mana jauh lagi terus gak taw jalannya

anjrit gara2 tukang travel gw harus balik lagi kekostan
mana lom mandi lagi
limit batasnya ampe jam 12
maw gak maw cepet2 pulang ke kost langsung hajar ke husein
nyampe di kost cuman ganti celana gak mandi dan gak cuci muka padahal muka udah kucel untung aja liurnya udah hilang dan manieznya tetep masih ada
hehehe… :P
gak taw bingung maw naek apa ke husein bandara yaw dah nanya ibu kost
gw : ibu…
ibu kost : napa atuh ??
gw : maw nanya bu!!
ibu kost : sok atuh
gw : kalaw maw ke husein naik angkot apa yah bu.. maw ngambil tiket plang bu
ibu kost : oh ke husein ma… gampang atuh, turun dulu trus berhenti di pati ukur itu yah trus naek angkot sebelah kanan itu yak trus naek angkot lagi jurusn ciroyom (bener gak yah tulisannya)
gw : (Dalam hati gw aduh angkot apa lagi tuh ciroyom gw cuman naek angkot kelapa dago yaw dah lah sok2an taw) oh gitu ah bu… iyah iyah taw bu… makasih yah bu
ibu kost : iyah hati hati yah
gw : iyah bu assalamualaikum

wah… bingung gw maw naek angkot apa waktu udah jam 10 lewat limitnya ampe jam 12 moga aja bisa yah amin..

nunggu depan gang nyari angkot yang sepi yang cuman tinggal supirnya doang biar enak nanyanya gitu, kalaw angkotnya yang rame trus ada peyeum2nya kan malu nanya2 hehehe.. :P
akhirnya da juga angkot yang cuman supirnya duang
saatnya beraksi mulai deh gw nanya2
alhamdulillah tuh supir baek dan maw ngasi taw naek angkot yang mana, ywa dah gw kasih lebih uang angkotnya makasih yah mang…

dengan penuh perjuangan gw naik angkot cai ileh, gimn gak penuh perjungan pas maw naek angkot tiba lambu trafik lightnya hijau mana angkotnya udah mulai jalan lagi yaw dah gw lari sambil naek angkot untung aja gak jatuh!!

gw duduk di depan lagi nanya lagi ma tuh mamang supir
gw : ke husein kan mang
supir : iyah deh ke husein
gw : maw ngmbil tiket psawat pulang pak gara2 tukang travel yg resek itu
supir : oh.. gtu mw pulang kemana atuh dek ?
gw : maw pulang ke kalimantan pak pontianak
supir : disini kul ?
gw : gak mang cuman liburan doang
supir : banyak duit atuh a’
gw :gak mang dikit aja, oh yah mang ntar kalw maw pulang ke dago lagi naek ankotnya yng mana??
supir : itu naek angkot yang warna abu2
gw : (aduh mana angkot warna abu2 yah yang ada mobil daihatsu warna abu yang ditunjuki yah sekali lagi gw sok2 taw deh) oh iyah iyah taw mang..
supir : iyah naek aja itu nyampe kok

hu…
hari yang melelahkan buat gw
mana angkotnya gak bisa masuk ke dalam bandara lagi
maw gak maw lah jalan lagi…
gila berapa km gw jalan dari ujung bandara ampe bandaranya
buset dah demi sebuat tiket pulang gak gak peduli
gak peduli malu ataw apa santai aja
pas nyampe di bandara gw lihat atu-atu..
merpati air lines… sebelahnya lgi sriwijaya.. sbelahnya lagi merpati.. sbelahnya lagi air asia sebelahnya lagi kantin..
anjrot..mana lion air yah…
wah… capek2 gw jalan tapi gak ada

nanya lagi deh gw
harus itu gak usah malu buat nanya
gak kek temen gw udah taw sesat masih aja jaim2 maw nanya
trus kata tuh bapak lion air mah disana dek sambil nunjuk (tapi yang gw lihat cuman pepohonan) jalan aja dek ataw gak naek angkot belok kiri terus bujur aja belok kiri lagii trus bujur lagi dek..
“jauh gak pak ??”
“yah lumayan lah dek”

ahhh…
jalan lagi… ayo semangat
gak percuman gw juara 1 gerak jalan 17 km beneren loh gak boong
ya allah beginilah nasib orang yang gak punya kendaraan yah
yang kemana2 naek angkot ataw jalan kaki
akhirnya ku merasakannya juga
gak taw udah berapa km gw jalan
jadi bolang gw (bocah petualang) eh salah bukan bolah deh kalaw bolang kan bocah kalw gw udah dewasa jadi dolang dewasa petualang hehehe..
gak nyambung yah garing lagi…

singkat crita dari kejauhan lagi terlihat gambar perusahaan penerbangan
wah…
bahagianya diriku senengnya hihi…
masuk deh gw…
dengan segenap rasa gw berharap bisa nyetak tiket..
oh my god..
ternyata gak bisa juga bisa sih tapi boking lagi dengan harga 369.000
ogah gw..
mendingan gw nyari lagi deh dari pada gw rugi 40ribu
kan lumayan 40 ribu bisa makan, makanan yg macem2 :P
gw : jadi gimana dong mas ?
agen : ehm… mas ke lion airnya aja
gw : dimn mas ??
agen : deket kok bujur aja terus depan pom bensin
gw : jalan kaki deket kan mas
agen : iyah deket kok
gw : yaw dah makasih yah mas…

jalan lagi….
jalan lagi…
yaw ampun udah segede mana betis gw yah (sambil ngebayangin :D)
jangan2 ntar pulang ke ptk mama gw gak kenal gw lagi karena betis gw besar banget hehe…

dalam hati bilang
hayo semangat pri.. kamu bisa
hu…
iyah dalam hati..
tapi capek banget hiks.. hiks…
jalan lagi deh ngelihat2 dari jauh kok gak ada yah pom bensinnya ??
jangan2 pombensinnya pindah kali yah :P hehe…

gw nanya deh
ampe 2 kali nanya gw
baru deh ketemu ma pom bensin
eh skarang yg jad masalah cabang lion airnya dimn??
gw clengok kanan kiri depan belakang gak ada juga!!!
eh taw tawnya.. rupanya di depan gw rukonya kecil amat dan gak ada tulisannya lion air lagi..
cuman ada gambar pesawat lion airnya doang :D besok2 buat yang gede dong mas biar gak bingung nyarinya oce…
nyampe jg gw akhirnya di kantor cabang lion air dengan muka kucel lom mandi dan keringetan di dahi lapin dong…
keringetenin..
kasian gw..
hehe…

trus gw tunjukin no hp gw
eh salah bukan no hp
tapi apa namanya tuh…
duh lupa…
ehm…
oh yah..
itu kode bokingnya
agennya pun langsung ngetik
tak ngutak ngatik ngutak ngatik gitu tak taw lah apa yang diketiknya gw udah capek banget males maw mikirin yg macem2 yg penting gw bis dapat tiket dan pulang
dan alhamdulillah bisa di cetak
wah… senengnya gw..
eits.. tapi jangan seneng dulu oi
pulangnya maw pake apa ??
hiks… hiks..
naek apa ntar yah ??
hiks… hiks..
yang jrusan dago ??
aduh bingung gw!!!

selesai urusan tket
gw pun nyari orang yang bisa di tanya
harus milih2 euy yang tampangnya meyakinkan, coz dari tadi gw nanya orang yang tampangnya menyeramkan tapi baek
hehehe..
hebat yah bandung

akhirya ktmu juga gw orang yang tampang mukanya meyakinkan
gw : mas maw nanya nih, kalaw maw balik lagi ke kelapa dago naik angkot jurusan apa yah ??
OYTMM (Orang Yang Tampang Mukanya Meyakinkan) : oh maw balik ke dago a’??
gw : iyah mas..
OYTMM : naik aja angkot jurusan caheum - ciroyom nah itu langsung ke simpang pati ukur terus kalw maw dago naik aja kelapa - dago
Gw : oh iyah makasih yah aa’

nunggu2 mana nih angkot jurusan caheum
gak bisa nunggu nih
harus jalan nih
maw gak maw lah…
jalan lagi jek…
eh gak lama tulisan cicaheum - ciroyoem di kaca mobilnya

wah…
gw pun langsung lari karna tuh mobil maw mutar
gak taw tuh supir kenapa pas gw maw lari naik angkotnya langsung tibe2 aje die muter dengan santainya
gak taw kali tuh supir yang maw naik angkotnya orang manies… hahaha… :P mungkin gw dikirannya monster kali yah karena tampangku yg kucel
jahat amat sih :P hehehe..

gw lari kan ngejar tuh angkot pas gw maw buka tuh pintu eh dyanya bilang “aa; saya maw makan dulu”
yah……
pupus deh harapan maw pulang cepet
trus tuh angkot berhenti di depen rumah makan
gw tanya “mang kalaw maw naek kelapa dago kemana atuh mang”
“oh bujur aja a’.. ntar naek jurusan angkot ini juga”
“iyah deh makasih yah aa”

jalan lagi…
ya ampun jalan terus..
ampun dah
akhirnya pas di simpang perempatan ada angkot yg nangkring nunggu penumpangnya
alhamdulillah pulang jg gw…

mpe di angkot gw gak taw maw ngapa2in
semuanya bercampur aduk
sedih gembiran seneng pengen ketawa
pkoknya bercampur aduk deh…

ya allah baru ngerasa gw susahnya hidup di kota orang
pelajaran berharga buat gw
makasih bandung :P
wew…
kok mata gw jadi berair setelah denger lagu if you’re not the onenya daniel bedingfield yah ??
tanya kenapa ???

August 24th, 2007 by aprizz

baru 3 hari di bandung,,,

tapi udah gak tahan euy!!!

bukan gak betah tinggal di bandung tapi gak tahan dingin sangatlah!!!

gr….. ger…..

tiap pagi gigil terus gw :’(

yang biasanya gw tidur pake celana pendek ma kaos oblong kali ni gw hilangin kebiasaan gw coz dingin sangat lah!!!

pernah kemaren waktu hari pertama. dengan sombongnya gw tidur pake kaos dalem ma celana pendek aja
hahaha… sombong banget jan padahal si irey pake baju lengkap
subuhnya langsung deh gw gigil!!
hihhi…

duh..
gw malu sama irey nih, napa gw gak bisa ngilangin kebiasaan gw yah kalaw lagi tidur!!
nah tuh benar
kebiasaan gw kalaw udah tidur pasti suka ngiler heheheh… :P bawaan dari orok kali ye…
maf yah rey… gw ninggalin kenangan yang tak begitu sedap!!!

aduh pusing maw pulang kapan!!

coz gw harus ketmuan ma kak putri kakak gw

kan sayang gw udah di jawa tapi gak bisa ktemu kak putri
o yah…

harga tiket berapaan yah ??

ada gak 300an lebih kalaw ada alhamdulillah wa syukurillah wala ilahaillah wallahuakbar jadi gw bisa belanja lebih hehehe….

belanja aja kerjaanya terus :P
duh dingin banget euy!!

ampun gw, emang bener kata temen gw

kalaw gw bisa mandi pagi berarti kebal ma dingin!!

tapi dan ternayata gw mandi jam 11an hehehe… hancur kan :P
jam 11 aja masih gigil!!1

buset dah…

alhamdulillah akhirnya terbales juga semua testi!!

aduh bingung2 kapan pulang… kapan kawin..? eh salah kapan pulang hehehe… :P maybe senin maybe selasa maybe rabu maybe no…

hehehe…

jangan sedih yah ma…

August 12th, 2007 by aprizz

buat mama ku jangan sedih yah…
apri pergi gak lama kok ma.. cuman 2 minggu
doain yah anakmu ini baik2 saja di sana
ma… jangan nangis yah, klaw mama sedih pri juga sedih!!!

betapa beratnya ibuku melepaskan gw untuk pergi kejawa, ku tatap wajahnya renta saat ku aku duduk ma mamaku dan kupandangi matanya berkilau2an seakan2 berat banget melepaskanku..

kudengar semua nasehatnya mamaku tanpa sepatah katapun ku mengelakannya, dengan kata halus ku menjawab “iyah.. ma… apri hati hati kok disana doain yah gak akan terjadi apa-apa”

“pri… hati hati yah disana, cepat pulang yah”
“jangan sembarang maw nerima barang-barang yang dikasih”
“tolak dengan halus pri, ataw gak ambil barangnya abis itu kamu simpan aja gak usah kamu makan ataw minum”
“hati hati disana, disana beda dengan disini”
“jaga diri baik2 pri, jangan lupa sisakan uang buat pulang”
“jangan sembrono”
“jangan tergesa-gesa yah pri tenang aja”
“kalaw udah nyampe jangan lupa telpon yah”
“iyah ma… apri dengerin nasihat mama kok”

kucium tangan mamaku “ma… apri pergi yah”
“hati hati yah pri..”

perlahan-lahan keluar air dari kelopak mata mamaku seakan gak rela melepaskan anaknya

ma…
maaf yah apri gak ada di samping mama saat mama ulang tahun tanggal 15 agustus nanti
maafin semua kesalahan apri yah ma…

apri sayang mama..

i love you mom…

apri berangkat yah..

August 4th, 2007 by aprizz

wah…

kagak terima gw pagi2 uda musti bangun sblum jam 7 mana gw tadi malam baru tidur jam 3 subuh lagi hihihi…

oi… gw bukan anak sekolah lagi yang tiap hari harus bangun awal, tapi gw udah jadi calon mahasiswa jek hehehe…

sombong euy mentang2 kemaren lulus spmb :P blek

kek anak sekolah aja gw bangun pagi2 mandi pagi2 tapi tadi gw gak mandi pagi, nah itulah bedanya gw dengan anak sekolah yang laennya :P

mana tadi di jalan rame banget lagi, orang2 pada lalu lalang sibuk pergi ke kantor ma pergi skolah

kalaw mahasiswa laen jek, kalw mahasiswa agak siangan bangunnya kalaw anak sekolah bangun anak mahasiswa masih ileran nah lain lagi ceritanya kalaw anak sekolah lagi tidur anak mahasiswa masih begadang :P. jadi tolong agak di bedain sedikit yah yang namanya mahsiswa dan anak pelajar taw sekolah :P

bwakakakaka… sombong amat yah gw :p blek

waduh…

gw jadi kangen waktu zaman2 gw skul

ya tuhan hapuskanlah ospek dari dunia muka bumi ini hueuhehuehue…

August 3rd, 2007 by aprizz

ALhamdulillah gw lulus spmb, gak di sangka dan gak di duga.. hihihi.. :P

gak taw harus ngomong apa lagi mukjizat allah deh, gimn gak!! baca buku aja jarang palingan ngerjain soal mtk 5 6 soal abis tuh udah main!!

tapi emang sih gw gak ada kepikiran masuk kuliah, tapi denger2 kata spupu gw katanya kuliah itu enak, yaw dah makanya gw coba!!!

gw di terima di teknik elektro untan…

aduh mampus gw kalaw ntar kuliah kalaw ada ospek…

di kerjain abis2an ma abang2 di p3m mana rata2 anak tekniklagi…

wuahhhhhhhhh…. kiamat!!

waduh bermacam2 model gw di siksa nanti

yg pertama disuruh belajar ngomong R yang bener dari masuk ospek (jam 6 pagi) ampe selesai ospek (jam 6 sore) wah… anjrot gak tuh!!!

emang sih sebelum2 pengumuman spmb gw udah ditunggu ma abg2 p3m trus di doain lulus gw biar dianya bisa ngeospek gw mampus dah… ampon bang.. ampon bang yah…

kek kmrin sblum pngumuman bang udin nanya gini

bg Udin : masuk mana kaw pri ??

gw : masuk teknik bang

bg Udin : ehm… mantap sakit kaw kalw masuk teknik nanti kena ospek!! pilhan kaw apa aja slain teknik ??

gw : aduh.. ampun lah bang, janganlah dikerjain yah peace yah dipijitin lah hehe… pilhn prtam teknik.informtka kdua elektro ktiga hukum

bg Udin : wuahahahaha… semoga ja kaw lulus ye pri abang doakan, biar kaw nanti kena ospek abang bwakaka…

gw : nyesel gw beritahu bang :(( jangan lah bang!! yah peace yah!!

yah tuhan hapuskanlah ospek dari UNTAN!!

PCYCO event…

August 1st, 2007 by aprizz

Hu…………..

ALhamdulillah akhirnya selesai juga event pcyco, gak rugi gw keliling sana sini bagiin undangan kesekolah mpe ketemu cewek2 ci cuit… citu.. ahg sedap.. heheh…
gak dink gw bercanda hihi ampun yah PEACE
yg mpe buat kulit tangan gw mpe agak hitam karna dibatasi jacket, jadi di tangan gw ada 2 batas jek..
pertama di pergelangan tangan agak hitem
trus yg kedua di tengah2 lengah otot agak putih..
alien kali gw yah mpe ada 2 batas warna kulit (adoh… banyak amat nih nyamuk mbil garuk2 kaki nih gw yg lom mandi ataw nyamuknya yg kegenitan yah ??)

acaranya alhamdulillah sukses lah, mana MC nya keren banget lagi mas Asyo VIsta wah favorit lah pokoknya, ngebuat suasana jadi hidup terus dengan kekonyolannya dengan kekocakannya ngeberikan tantangan door prize

yah gw termasuk yg ikut hadiah door prize, tantangannya gini
kita disuruh ngetik paling cepat "Internet Star One Makin Hemat" gampang kan…??
tapi bukan itu tantangannya bro, jadi tantangannya kita disuruh ngetik tapi hpnya di balik nah loh bingung kan gimn maw ngetiknya gak ada keliatan keypadnya hihihi.
udahlah hpnya jadul keypadnya pada tenggelam semua kalw maw di tekan harus di tekan kuat2 wah nasib lah..

waduh kek orang bego aja kan maw ngetik hpnya terbalik, maw2nya gw dibodoh2in ma mas aryo hehe.. :P

atu… dua…. tiga….
ayo spa yg cepet ngetik dan kirim ke nomor yg tadi..
wah gw bawa tampang parno deh kepala mandang ke atas kek orang bodoh2 lah sambil ngayal keypadnya dimana berapa kali tekanannya hihihi…
alhasil gw yg dapat door prize gak percuma kan gw selama sebulan smsnya mpe 2000
hihihi…. maafkanlan :P

door prize selsai saatnya ikut jaga di stan indosat sambil ngelihat cewek2 bohay heheh… ampun yah
setiap ngelihat cewek matanya langsung beLOk..sambil bilang.. "huuuuuuuuuuu mantaf…"
kalaw ada yg agak bohay sdikit "yuHu……."
kalaw ada yg manies sdikit "wawwwwww….. gila tuh orang"
kalaw idungnya yg mancung sangat " buset.. tuh idung kok bisa mpe sgitu manisnya hehehe.. :P"
kalaw ada yang jelek.. "kagak noleh tetep aje maen laptop"
seru juga yah duduk2 di mall sambil men laptop..
betah gw di mall, mungkin bisa sembuh mata gw kalaw ngelihat yang bening2 kek gitu heheh.. :P
emang lain bro kalw ada cew cantik lewat suasannya gimana gtu… aromanya juga laen
bwaakaka… ampun… ampun.. PEACE hihih..

yah… itung2 service mata lah..
kapan lagi bisa service mata hehehe.. :P

selesai gak selesai jam setengah 12 ngumpul di p3m…

wah asyik nih keringetan sambil buka baju mana udaranya panas lagi kan, yaw dah semua abang2 pada buka baju!!!

eh taw2nya ada yang ngajakin ngopi di gajah mada.. wuah.. semangat sekali hayuk hayuk…

pertama sih rencananya maw naik motor masing2, eh taw2 ada mobil pick up yg nganggur bekas ngangkur barang tadi yaw dah naek mobil pick up aj!!

gw tantang ma abang2 ayo sapa yg berani naek pick up ke ngopi ke gajah mada sambil buka baju.. bwakakakka…

hehe… kagak ada yang berani semuany, masa ditantangin anak kecil gak berani sih hehehe.. :p blek