Archive for June, 2006

Dari CInta untuk CInta

Monday, June 26th, 2006

Dari CInta untuk CInta

Selama ini aku selalu berusaha untuk mencintai segala yang memang harus aku cintai
tak pernah ada keraguanku untuk mencintainya
kuterima ia walaupun apapun adanya
setulus hati kubahagiakan dia
walau terkadang sering diri ini dilukai oleh cinta
tapi cintaku tetap tersenyum
sering kali perasaan ini di lukainya.
hanya air mata yang sanggup membalasnya
yah.. semua hanya karena cinta

tetapi mengapa
sepertinya cinta tak pernah lelah untuk membohongi dan mengkhianati cintaku
ketika aku meminta di cintai oleh cinta yang ku cintai
ia selalu menolak
walau aku hanya memintanya untuk mencintaiku dengan kejujuran tanpa pengkhianatan
hanya itu yang ku minta tak pernah lebih

mungkinkah
memang aku adalah orang yang tak layak untuk dicintai
atau…
cara mencintaiku yang salah.

terkadang terlintas dalam benakku ini
aku adalah manusia yang ditakdirkan hanya bisa mencintai
tanpa pernah punya hak untuk dicintai
biarlah waktu yang akan menjawab itu semua

satu hal pasti yang kuyakini selamanya
bahwa…
yang wajib aku cintai hanyalah cintaku kepada sang pencipta cinta
karena aku yakin cintanya takkan pernah berdusta dan berkhianatan
ya.. tuhakn ku hanya engkaulau tempatku mengadu dan memohon
aku yakin hanya engakaulah yang mengetahui segala yang terbaik bagi hamba mu ini
aku terima segala apa yang engkau tetapkan kepadaku
lapangkanlah hatiku untuk menerima semua ini
hanya dengan ridho-Mu aku sanggup menjalani hidup ini dengan seharusnya
Amin Ya Rabbal Alamin

Satu Pertanyaan??
Apakah mungkin cinta itu bisa melukai cinta yang lain ??

http://www.myquran.com

begadang lagi begadang lagi

Thursday, June 22nd, 2006

adUh.. kebiasaan jelek muncul lagi nih…
kapan yah bisa ngilangin sifat buruk ku ini yang selalu begadang trus kalau ada waktu libur
begadang tujuannya kalau gak chating yman.. trus download mp3 ama download video clip musik…
aduh.. masa gak ada kerjaan yang lain sih T_T
sedih juga rasanya kalau kek begini terus nih

BUTA CINTA : Sesat Di Dunia, Merana Di Akhirat

Tuesday, June 20th, 2006

Di Sebuah Taman Kota Metropolitan…… Para pekerja yang sibuk membersihkan kawasan taman rekreasi gempar. Raungan bunyi ambulan begitu mengejutkan ketika pagi yang masih terlalu awal ini. Kelihatan beberapa petugas kesehatan begitu sibuk memberi pertolongan kepada sepasang muda-mudi yang terperangkap di dalam sebuah Rel Kereta API di Kota tersebut. Naas bagi pasangan merpati dua sejoli itu, malaikat maut telah mencabut nyawa mereka dalam keadaan yang sungguh tragis dan memilukan. Apa yang terjadi sebenarnya? Ternyata sepasang muda-mudi itu nekad membunuh diri dengan menutup Jalan Kereta API,pada saat itu mereka mengikat diri di rel tersebut. Akibatnya mereka mati dalam keadaan berpelukan dan saling berciuman dengan kondisi tubuh hancur di lindas Kereta api, sehingga begitu sukar pihak bertanggung jawab memisahkan antara dua jasad tersebut. Begitu ‘mengharukan’!. Didalam rel kereta tersebut ditemui selembar kertas yang telah mereka tanda tangani. Antara isi kandungannya; tolong jangan pisahkan mayat kami dan terus dikebumikan untuk membuktikan cinta abadi kami sehidup semati. Dan di bagian akhir surat tersebut tercatat bahwa mereka melakukan ini demi menyelamatkan cinta ’sejati’ yang ’suci’ ini karena orang tua mereka tidak merestui hubungan cinta mereka. Astaghfirullah…! Di sebuah rumah di Jazirah Arab 1400 tahun yang lampau… Abdullah bin Abu Bakar RA baru saja melangsungkan pernikahan dengan Atikah binti Zaid, seorang wanita cantik rupawan dan berbudi luhur. Dia seorang wanita berakhlak mulia, berfikiran cemerlang dan berkedudukan tinggi. Sudah tentu Abdullah amat mencintai istri yang sangat sempurna menurut pandangan manusia. Pada suatu hari, ayahnya Abu Bakar RA lewat di rumah Abdullah untuk pergi bersama-sama untuk sholat berjamaah di masjid. Namun apabila beliau mendapati anaknya sedang bermesraan dengan Atikah dengan lembut dan romantis sekali, beliau membatalkan niatnya dan meneruskan perjalanan ke masjid. Setelah selesai menunaikan sholat Abu Bakar RA sekali lagi melalui jalan di rumah anaknya. Alangkah kesalnya Abu Bakar RA apabila beliau mendapati anaknya masih bersenda gurau dengan istrinya sebagaimana sebelum beliau menunaikan sholat di masjid. Kemudian Abu Bakar RA segera memanggil Abdullah, seterusnya bertanya : " Wahai Abdullah, adakah kamu sholat berjemaah? " Tanpa berhujjah panjang Abu Bakar berkata : "Wahai Abdullah, Atikah telah melalaikan kamu dari kehidupan dan pandangan hidup malah dia juga telah melupakan kamu dari sholat fardhu, ceraikanlah dia!" Demikianlah perintah Abu Bakar kepada Abdullah. Suatu perintah ketika Abu bakar mendapati anaknya melalaikan hak Allah. Ketika beliau mendapati Abdullah mulai sibuk dengan istrinya yang cantik. Ketika beliau melihat Abdullah terpesona keindahan dunia sehingga menyebabkan semangat juangnya semakin luntur. Lalu bagaimana tanggapan Abdullah? Tanpa membuat dalih apatah lagi mencoba membunuh diri, Abdullah terus mengikuti perintah ayahandanya dan menceraikan istri yang cantik dan amat dicintainya. Subhanallah!!! Dari dua petikan kisah di atas, marilah kita sama-sama bertafakkur tentang hakikat dan bagaimana cinta sejati, tulus dan suci itu sebenarnya. Sesungguhnya perjalanan hidup manusia akan sentiasa dipenuhi dengan warna-warna cinta. Bahkan kita dapat ungkapkan bahwa kehadiran manusia di muka bumi ini disebabkan Allah SWT meletakkan sebuah perasaan di dalam jiwa manusia, dan dia adalah cinta. Membicarakan tentang cinta ibarat menguras air lautan dalam yang kaya dengan pelbagai khazanah alam. Tak kan pernah habis dan kita akan sentiasa menemui berjuta macam benda. Dari sekecil-kecil ikan hingga ikan paus yang terbesar. Dari kerang sampai mutiara malah jika diizinkan Allah, kita mungkin menemui bangkai kapal dan bangkai manusia!!! Usia sejarah cinta seumur dengan sejarah manusia itu sendiri. Jika di suatu tempat ada 1000 manusia maka di situ ada 1000 kisah cinta. Dan jika di muka bumi ini ada lebih 5 million manusia, maka sejumlah itu pulalah kisah cinta akan hadir. Walau berapa banyak pun nuansa cinta yang menjelma menjadi sebuah syair, drama, film,Sinetron, lagu dan berbagai bentuk hasil seni lain, namun pada hakikatnya cinta itu hanya ada dua buah versi saja. Versi cinta nafsu (syahwat) dan cinta Rabbani. Yang menjadi persoalan sekarang adalah mampukah kita membedakan yang mana cinta syahwat dan mana cinta Rabbani? Derasnya arus ghazwul fikr (serangan pemikiran) dalam kesenian terutamanya, telah mampu membungkus cinta syahwat sehingga ia tampil sebagai cinta "suci" yang mesti diperjuangkan, dimenangkan dan diraih seterusnya untuk dinikmati. Manusia seakan lupa pada sejarah. Lupa pada kisah-kisah tragis yang berakhir di hujung pisau atau dalam segelas racun. Mereka semua rela diseret dan dijeremuskan ke dalam lubang ‘neraka’ hanya untuk mengejar salah satu rasa dari sekian banyak rasa yang ada disudut hati manusia, itulah cinta. Cinta memiliki kekuatan luar biasa. Dan kekuatan cinta (the power of love) mampu menjadikan manusia pribadi yang sangat nekad atau sangat taat. Nekad dalam konteks sangat berani dalam melanggar peraturan-peraturan Allah seperti berkhalwat (berdua-duaan dengan bukan mahram), berkasih-kasihan lelaki dan perempuan, berpegangan tangan, mempertontonkan adegan birahi percuma di khalayak ramai apatah lagi dalam sembunyi. Atau jika cinta tak mendapat restu dari orang tua, pasangan akan nekad, terus lari dari rumah atau berzina (na’udzubillah min dzalik). Dan tidak sedikit pula yang begitu nekad sanggup melakukan perbuatan yang dilaknat Allah yaitu membunuh diri demi cinta. Pribadi-pribadi nekad seperti ini menjadikan cinta sebagai tujuan bukan sebagai sarana mencapai tujuan. Oleh itu tidaklah mengherankan jika kita banyak menemui berbagai perilaku aneh para pencari cinta yang tak masuk akal. Sebab apa yang mereka tuju adalah suatu yang abstrak, tidak jelas dan bukan perkara yang pokok. Mereka sibuk mencari dan mengartikan makna cinta sementara lalai terhadap Dzat yang menganugerahkan cinta. Dzat yang menumbuh suburkan rasa cinta. Dzat yang memberikan kekuatan cinta. Dzat yang paling layak dicintai, kerana Dia juga Empunya nikmat cinta. Allah Rabbul ‘Alamin. Kisah tragis di awal tulisan ini memberikan gambaran jelas sikap manusia yang rela mengorbankan diri demi sepotong cinta. Muda-mudi yang nekad bunuh diri dengan berbagai cara ini pada dasarnya belum mengenali hakikat cinta. Cinta yang mereka kenal selama ini adalah cinta yang ditunggangi oleh nafsu syahwat. Dan joki penunggangnya adalah syaitan laknatulllah. Pada momen ini syaitan berteriak keriangan sambil mengibar-ngibarkan bendera kemenangan kerana berhasil menjerumuskan anak cucu Nabi Adam dalam neraka jahannam dengan dalih cinta yang begitu murah nilainya. Cinta memang tak kenal warna. Cinta tak kenal baik-buruk. Cinta tak kenal rupa dan pertalian darah. Memang begitulah adanya. Kerana yang mampu mengenal warna dan baik-buruk adalah pelaku-pelaku cinta yang menggunakan akal fikirannya. Sebaliknya cinta juga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang mengagumkan. Pribadi yang tak takut kehilangan suatu apa pun walau ia amat cinta pada sesuatu. Namun kerena cinta yang hadir dipenuhi dengan nuansa keimanan, maka mereka rela mengorbankan apa saja yang mereka amat cintai demi memperolehi keridhaan Dzat Pemberi cinta. Jiwa mereka tidak gundah gulana hanya kerena kehilangan cinta duniawi karena Allah sebagai Dzat pemberi ketenteraman Pribadi-pribadi taat ini amat menyadari bahawa cinta hanyalah sebagai sarana mencapai tujuan. Mereka yakin kenikmatan cinta tak ada artinya tanpa ada restu Allah sebagai Pemberi cinta. Maka yang mereka cari adalah ridha dan cinta kasih Allah, bukan cinta yang bersifat sementara. Kisah Abdullah putera Abu Bakar RA menjadi contoh kematangan pemuda yang mengenal arti cinta. Bayangkan!! Dia memiliki isteri yang amat cantik, berakhlak mulia, berkedudukan tinggi dan berharta. Namun apabila ayahandanya memerintahkan untuk menceraikan isterinya, dengan alasan isterinya telah melalaikan Abdullah dalam menunaikan hak Allah seterusnya akan membuat Abdullah lalai dari berjihad di jalan Allah. Maka apa reaksi Abdullah? Tidak!! Abdullah tidak marah langsung pada ayahnya. Atau berusaha mengambil pedang dan ingin memenggal kepala si ayah yang berusaha memisahkan jalinan cinta yang memang sudah sah itu. Sekali lagi tidak!! Pemuda yang bernama Abdullah melihat perintah itu dengan kacamata cinta yang diberikan Allah. Ia rela menceraikan isteri yang dicintainya demi mempererat hubungan cinta dengan Allah. Subhanallah… Masih adakah pemuda-pemuda seperti peribadi Abdullah di zaman globalisasi kini? Begitulah cinta. Ia mampu melambungkan manusia pada derajat kemuliaan yang tak terhingga. Manakala frekuensi atau gelombang cintanya juga sudah selaras dengan frekuensi atau gelombang cinta yang Allah kehendaki. Semuanya akan senada seirama. Tak ada dengung sumbang, tak ada nada ternoda. Demikian indah dan asli irama cinta sejati.Wallahu ‘Alam

diambil dari Sumber : http://www.myquran.com

gak nyangka!!!

Tuesday, June 20th, 2006

Astafirullahalzim…

ya allah mengapa anak itu menjadi kek gitu, dulu yang sering aku banga-banga kan kenapa menjadi seperti kek gitu ya allah. yg dulunya sikapnya sopan baik tapi skrng dia berubah menjadi seorang yang DAJJAL Auzubillahiminzalik.

aku benar benar gak nyangka ya allah mengapa semua ini bisa terjadi. dia telah berubah 180 derajat. hamba mu ini hanya bisa berdoa supaya dia diberi hidayah dan petunjuk mu ya allah Amin Amin Ya Rabbal Alamin.

Kau Buat Aku Menunggu

Friday, June 16th, 2006

Apa salahku padamu kali ini?
Hingga kau seperti tak punya hati
Apa salahku padamu kali ini?
Hingga kau menyiksaku tanpa henti

Kau buat aku menunggu
Kau membunuhku hari demi hari
Aku tlah jemu menunggu
Menunggu sesuatu yang tak pasti

Kau boleh saja teriak di depan mataku
Hingga kau habiskan semua amarahmu
Tapi kau sama sekali tak bersuara
Slalu mafaatkan kelemahanku oh

Manfaat dan Hukum Tertawa

Friday, June 16th, 2006

Tertawa, sesuatu yang sering dilakukan. Bahkan sering terlupa padahal baru saja kita melakukannya. Sungguh sangat komplit ajaran Islam yang kita pegang ini. Dari masalah ‘besar’ sampai bab yang kecil telah dibahas

dan diatur. Termasuk hal tentang tertawa.
Tertawa termasuk dalam hal Akhlak. Seorang muslin yang taat akan menjadikan Rosululloh SAW sebagai referensi akhlak termulia yang harus dicontoh.

Tertawa merupakan sifat dasar manusia sebagai karunia Allah SWt kepada manusia. Dalam QS. 53:43 di-firmankan :

“dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,”

Kemudian disebutkan juga bahwa Al Qur’an memberikan arahan menyedikitkan tertawa dan memperbanyak menangis mengingat dahsyatnya kehidupan setelah mati. Dalam QS. 9:82 difirmakan juga :

“Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.”

1.Pengertian dan Jenis

Jenis-jenis dan tingkatan-tingkatan tertawa menurut kamus bahasa Arab:
a.Tabassum (tersenyum)
Yaitu tingkatan dibawah tertawa dan merupakan tertawa yang paling baik.
b.Tertawa terbahak-bahak (Antagha)
c.Tertawa yang apabila ditampakkan berupa dengungan (Alkhanna wal khaniinan).
d.Tertawa terbahak-bahak yang paling buruk (Thaikhun thaikhun).
e.Tertawa yang melengking (Atthahthahatun)
f.Tertawa yang lebih dari tersenyum (Alhanuufu). Sebagian orang Arab menkhusukan yang satu ini dengan tertawanya para wanita.

2. Hukum
Menurut Dr. Yusuf Qardhawi, “Sesungguhnya tertawa itu termasuk tabiat manusia. Binatang tidak dapat tertawa, karena tertawa itu datang setelah memahami dan mengetahui ucapan yang didengar atau sikap dari gerakan yang dilihat, sehingga ia tertawa karenanya.”
Sesuai pendapat diatas, maka hukum tertawa adalah boleh.

3.Manfaat

a. Secara Kesehatan
• Sama dengan olahraga (dr. William Foy - Menuai Kesehatan dan Hikmah dari Tertawa).
• Mengurangi infeksi paru-paru (Tak mau hemat tertawa).
• Mengurangi sakit jantung (Tak mau hemat tertawa).
• Meningkatkan semangat dan kesehatan (Dr Joseph Mercola dan Rachel Droege – Duh Suamiku, Senyum Doong…).
• Mengurangi dua hormon dalam tubuh yaitu eniferin dan kortisol, yang bisa menghalangi proses penyembuhan penyakit (Dr. Lee Berk – Menuai Kesehatan dan Hikmah dari Tertawa).
• Mengurangi rasa nyeri atau sakit (dr. Rosmary Cogan - Menuai Kesehatan dan Hikmah dari Tertawa).
• Obat awet muda (Prof. Dr. Lucille Namehow – Menangis dan Tertawa Sama Sehatnya).

b. Secara Psikologi
• Mengurangi stress (Gaya Hidup - Tertawalah Selagi Bisa).
• Meningkatkan kekebalan (dr. W.M. Roan - Gaya Hidup - Tertawalah Selagi Bisa).
• Menurunkan tekanan darah tinggi (Gaya Hidup - Tertawalah Selagi Bisa).
• Mencegah penyakit (dr. William Frey - Gaya Hidup - Tertawalah Selagi Bisa).

c. Secara Ibadah
• Merupakan sedekah.
• Memberi kesan berseri dan optimis.
• Penawar bagi rohani, obat bagi jiwa dan ketenangan bagi sanubari yang lelah setelah berusaha dan bekerja (Syaikh A-idh al-Qarni).
• Tanda kemurahan hati, isyarat bagi suatu temperamen yang mantap, tanda bagi murninya suatu tujuan (Syaikh A-idh al-Qarni).
• Menunjukkan kebahagiaan.

4. Tertawanya Rasulullah SAW

a. Berupa senyuman yang menarik.
b. Tidak tertawa, kecuali apabila berhubungan dengan kebenaran.
c. Tidak berlebihan dalam tertawanya hingga tubuhnya bergoyang atau hingga tubuhnya miring atau hingga terlihatlah langit-langit mulut beliau.
d. Bukan berupa hal yang sia-sia atau permainan semata atau hanya sekedar pengisi waktu lengang semata.

5.Adab/Etika

a. Meneladani Nabi dalam senyuman dan tawa beliau.
Dari Ka’ab bin Malik r.a, ia berkata: ”Rasululla apabila (ada sesuatu yang membuatnya) senang (maka) wajah beliau akan bersinar seolah-olah wajah beliau sepenggal rembulan.“ (HR Al-Bukhari kitab al-Maghaazi bab Hadiits Ka’ab bin Malik (no. 4418), al-Fat-h (VIII/142))

b. Tidak tertawa untuk mengejek, mengolok, mencela dan sebagainya.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadiwanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mnecela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiap yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Hujurat: 11)

c. Tidak memperbanyak tertawa.
“Berhati-hatilah dengan tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (Hadits shahih, Shahiibul Jaami’ (no.7435))

d. Tidak menjadikannya sebagai sebuah profesi seperti halnya saat ini.
”Celakalah bagi orang-orang yang bercakap-cakap dengan suatu perkataan untuk membuat sekelompok orang tertawa (dengan perkataan tersebut), sedang ia berbohong dalam percakapannya itu, celakalah baginya dan celakalah baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi kitab az-Zuhd bab Man Takallama bi Kalimatin Yudh-hiku bihan Naas (no. 2315), telah di hasankan oleh Syaikh al-Albani dengan nomor yang sama, terbitan Baitul Afkar ad-Dauliyah)

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi bahwa maknanya adalah apabila seseorang berbicara dengan suatu pembicaraan yang benar untuk membuat orang lain tertawa, hukumnya adalah boleh.
Al-Ghazali berkata, ”Jika demikian, haruslah sesuai dengan canda Rasulullah, tidak dilakukan kecuali dengan benar, tidak menyakiti hati dan tidak pula berlebih-lebihan.”

e.Tidak berlebih-lebihan dalam tertawa dan terbahak-bahak dengan suara yang keras.
”Aku tidak pernah melihat Rasulullah berlebih-lebihan ketika tertawa hingga terlihat langit-langit mulut beliau, sesungguhnya (tawa beliau) hanyalah senyum semata.” (HR. Al-Bukhari kitab al-Aadab bab at-Tabassum wadh Dhahik (no. 6092), al-Fat-h (X/617))
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, ”Yaitu, tidaklah aku melihat beliau berkumpul dalam hal tertawa, di mana beliau tertawa dengan sempurna dan suka akan hal tersebut secara keseluruhan.”
Dan masih banyak lagi hadist yang menceritakan kisah senyuman dan tertawa Rosululloh SAW.

6.Kesimpulan

Perlu adanya menejemen diri terutama dalam hal kegiatan tertawa. Banyak mengingat mati dan dosa-dosa kita akan menjadikan hati ini lebih banyak menangis daripada tertawa melihat apa yang tersedia di muka bumi ini. So, Banyaklah menangis dan sedikitkan tertawa.

Thursday, June 15th, 2006

aku gak tahan semua ini!!!!!!!!!
AHG!!!! sampai kapan semua ini akan berakhir…
aku gak tahan atas semua perlakukan ini
aku hanya bisa berpikiran positif atas semua ini…
mengapa aku begitu lemah kepada orang yang paling kusayangi..
mengapa SEMUA INI!!!!!!!!! DAMN!!!

ahgggggggggggggggggg pengenb rasanya teriak sekancang kencangnya!!!!!

2 minggu lagi

Wednesday, June 7th, 2006

ya allah jika dia memang jodohku.. dekatkan lah dengan hamba mu ini..
dan bila dia bukan jodohku.. makan jauhkanlah jadi hamba mu ini..

Cinta itu

Wednesday, June 7th, 2006

cinta itu…
banyak orang bilang bahwa cinta itu butuh pengorbanan
bahwa cinta itu butuh pembuktian
cinta itu rasa yang paling unik dalam diri manusia
tidak ada yang tahu kapan cinta itu datang
dan kapan cinta itu pergi
bahkan terkadang kita tidak pernah tahu
apakah ini yang dinamakan cinta
sampai kita tersadar saat disebut nama dia
dada kita terasa berdesir tak karuan
kita begitu tertarik setiap ada yang menceritakannya
begitu bersemangat menceritakan kebaikan2nya
ada rasa cemburu bergejolak saat ada orang lain mencintainya
bahkan patah hati kala cinta bertepuk sebelah tangan

cinta yang seperti ini kurasa saat aku menginjakkan kakiku di SMU
sebetulnya rasa seperti itu sudah ada saat ku masih bau kencur
tapi belum mendalam seperti saat seragam abu2 melekat ditubuhku
ya …
cinta memang begitu indah
tapi kata seorang teman
kadang cinta itu mengecewakan

tapi aku harus bersyukur
sampai kini tak dikecewakan
bukan karena aku kege-eran
tapi begitulah kenyataannya
dan betul rasa cinta itu butuh pengorbanan

cinta itu memang benar abstrak
bahkan rasa itu semakin kuat
meski tak bersua
meski tak berjumpa

aku katakan pada temanku
saat hidayah itu datang
saat aku berkumpul dengan orang2 sholeh dan sholehah itu
cinta itu makin kuat
ingin rasanya menangis karena rindu yang begitu hebat
kukatakan lagi pada temanku itu
bahwa cinta yang ini beda
cinta ini tak pernah mengecewakan

ingin semakin kubesarkan rasa cinta ini
sebesar rasa cinta Ali sampai rela menggantikan menjemput kematian
sebesar rasa cinta Abu Bakar , rela digigit demi yang dicintai tenang
sebesar rasa cinta Mush’ab bin Umair , yang rela memasang badan
agar yang dicintai tak terluka pada perang uhud

saat mush’ab memegang arroya sebagai pemimpin perang
saat alliwa menunggu arroya pulang dengan kemenangan
mushab yang baik , begitu ia dijuluki
rela kedua tangannya terpotong

cinta itu cinta pada engkau ya Rasul Alloh
Kekasih Alloh
teladan tiada tara , pribadi yang luar biasa
guru terbaik sepanjang masa
Muhammad SAW .

Bersyukurlah

Wednesday, June 7th, 2006

Bersyukurlah

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu
inginkan,seandainya sudah,apalagi : yang harus diinginkan ?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu,karena itu memberimu
kesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit,dimana itulah kamu
bertumbuh.

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu,karena itu memberikan kesempatan untuk berkembang.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru,karena itu akan membangun kekuatan dan karektermu.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat,itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah bila kamu letih dan lelah,karena itu berarti kamu telah membuat suatu perbedaan.

Mungkin mudah untuk kita bersyukur untuk hal-hal yang baik. Hidup berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa yang surut.

Rasa syukur dapat mengubahkan hal yang negatif menjadi : positif.
Temukan cara untuk bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkat bagimu.

Karena dalam ucapan syukur ada kuasa.Karena seperti keterbukaan membuka hubungan komunikasi.Mengucap syukur membuka jalan untuk rahmat Allah.